Pages

Jumat, 12 September 2014

Sistem Kendali Becak Jarak Jauh ( KBJJ)

Sistem Kendali Becak Jarak Jauh ( KBJJ)

Sesuai dengan namanya " Sistem Kendali Becak Jarak Jauh " atau KBJJ ini terinspirasi oleh pak tua yang sedang mendorong naik becaknya di tanjakan dekat rumah saya. Pak tua itu mendorong becaknya naik tanpa membawa penumpang, bayangkan kalau pak tua lagi ada customer :D.

Inspirasi KBJJ

Pak tua itu menginspirasi saya dalam menciptakan teknologi dimana pak tua tidak usah capek - capek mendorong atau naik becak ketika ada penumpang.

KBJJ ini adalah sebuah teknologi dimana pak tua bisa mengendalikan becaknya tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih diusia yang sudah tua :D. Dengan hanya menggunakan sebuah remote control yang di lengkapi dengan audio visual canggih yang mampu berbicara dengan penumpang serta melihat jalan / sekeliling dengan mudah, KBJJ ini akan sangat membantu pak tua dalam menjalankan misi mengantar customer ke tujuan dengan cepat, aman serta praktis.

Tenologi KBJJ

1. Visual : KBJJ ini dilengkapi dengan sensor dan kamera yang terpasang di beberapa titik becak, gunanya untuk melihat jalanan dan samping kiri/kanan/blakang di bantu sensor suara yang akan bunyi apabila becak dalam kondisi bahaya. misalkan: saat mundur, diblakang becak terdapat pohon atau tiang listrik, sensor bahaya akan berbunyi dan si pak tua akan tau lalu membelokkan becak kerennya ke arah yang tepat. ini digunakan untuk melengkapi terbatasnya kamera yang ada di becak.

2. Audio : Memungkinkan si pak tua untuk berkomunikasi dengan penumpang becak apabila ada perubahan lokasi atau beberapa hal yang penumpang ingkinkan. Ngobrol juga boleh :D

Engine

KBJJ ini dilengkapi dengan mesin air yang biasa digunakan untuk sumur - sumur yg ada di rumah dengan . Dengan harga yang terjangkau serta mudah didapatkan di toko2 terdekat, KBJJ ini sangat mudah dan efektif dalam membantu pak tua yang udah sepuh.

Perkiraan Biaya Produksi

Dari rincian yang telah saya tulis diatas, kurang lebihnya kita memerlukan dana Rp. 10.000.000,00 untuk membeli peralatan seperti, mesin air, alat audio visual seperti remote control / cctv dll.

Itulah ulasan tenteng teknologi masa depan yang akan merubah produk produk antik nan kuno seperti becak menjadi produk menarik serta unik dan patut untuk di coba :D Konsep Teknologi seperti KBJJ ini tidak hanya untuk kepentingan pak tua saja, akan tetapi dengan seiring berkembangnya teknologi terbaru yang di ciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan berbagai proses kegiatan yang tentunya akan merebut / menghilangkan alat transportasi daerah seperti becak, sepeda unta, grobak dorong, serta berbagai kendaran antik lainya tetap bisa digunakan / dilestarikan dan tidak tergusur oleh perkembangan teknologi yang semakin tidak masuk akal di kemudian hari.

Kamis, 11 September 2014

Google Glass: Teknologi Terbaru

Google Glass: Teknologi Terbaru

Google Glass: Teknologi Terbaru

Kacamata futuristik Google Glass mulai digunakan oleh publik (terbatas) dalam waktu dekat. Apa saja keunggulannya? Bagaimana kacamata itu dapat dimanfaatkan di masa depan? 

Google Glass adalah produk teknologi yang paling banyak dibicarakan saat ini. Selain dirancang langsung oleh Google, teknologi dalam sebuah kacamata juga belum pernah dieksplorasi sedrastis ini. 

Bagaimana Google Glass dapat dimanfaatkan pada masa depan adalah pertanyaan yang tak sabar untuk segera diungkapkan. Perlahan hal itu mulai tersibak. Itu karena beberapa hari lagi Google akan mulai mengirimkan perangkat seharga USD1.500 (Rp14 jutaan) itu ke sejumlah pengguna pertama yang disebut ”Explorer”. Mereka adalah developer (pengembang aplikasi) serta konsumen yang akan mengeksplorasi apa saja kegunaan dari Google Glass. 

Dari segi bentuk, Google Glass memiliki frame tebal di salah satu sisinya. Tepat di bagian kanan, ada layar seukuran prangko yang memiliki resolusi 640 x 360 piksel. Layar tersebut menjadi proyektor visual langsung ke retina mata sehingga pengguna Google Glass merasa melihat sebuah HDTV berukuran 25 inci dari jarak 2,5 meter. Selain memiliki fitur seperti kamera, mikrofon, dan speaker, Google Glass juga dapat terhubung ke perangkat lain melalui koneksi Bluetooth, bahkan Wi-Fi. Tersedia juga memori internal 16 GB, slot microUSB, kamera 5 MP, dan daya tahan baterai yang diklaim bertahan sepanjang hari. 

Dengan fitur-fitur itu akan mudah bagi pengguna Google Glass untuk memotret, merekam video, chatting, mengirim SMS, melakukan pencarian di Google Search, hingga menerjemahkan kata tanpa menggerakkan tangan mereka. Karena itulah, Google Glass disebut sebagai komputer yang dapat dikenakan di tubuh. Saat ini Google Glass sedang dirintis untuk menjadi sebuah ekosistem sendiri. Buktinya bisa dilihat dari Andreessen Horowitz, Google Ventures, dan Kleiner Perkins Caufield & Byers. 

Ketiganya adalah venture capitalist(VC) yang siap memberikan modal venturakepada startupsyang mengembangkan sebuah produk, baik hardware maupun aplikasi, untuk Google Glass. Para VC itu akan memilah individual atau startupsmana yang dianggap paling potensial untuk diberi suntikan modal. Dan, karena entrepreneuryang terpilih itu akan mendapatkan masukan dari tiga sudut pandang sekaligus, kesempatan suksesnya dinilai akan lebih tinggi. Para analis juga berkomentar positif. Menyebut Google Glass sangat potensial untuk menjadi ekosistem yang besar. 

”Developer sudah tidak sabar untuk bereksperimen dengan Google Glass,” ujar Ben Arnold dari NPD Group. ”Mereka (developer) bisa ’bermainmain’ dengan teknologi, peralatan, dan fitur baru yang sangat atraktif. Mulai aktivasi suara hingga augmented reality,” imbuhnya. Awal bulan ini raksasa mesin pencari asal China, Baidu, mengatakan bahwa mereka sedang mengerjakan prototipe kacamata yang mirip seperti Google Glass. Google Glass baru akan tersedia untuk umum mulai akhir tahun ini dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk untuk mereka yang berkacamata minus. 

Kendati antusiasme terhadap Google Glass tinggi. Namun, kacamata tersebut juga menimbulkan pro kontra. Salah satunya adalah soal privasi dan keamanan. Di Amerika, misalnya, seseorang tidak boleh begitu saja mengambil gambar atau merekam video orang tanpa izin (sembunyi-sembunyi), yang tentu saja sangat mungkin dilakukan Google Glass. Selain itu, beberapa tempat sudah memberikan aturan keras kepada Google Glass. Salah satunya di kota judi Las Vegas. 

”Kami sudah sangat sering berurusan dengan pengunjung yang memotret atau merekam video diam-diam menggunakan smartphone mereka. Dan, hal itu juga akan berlaku untuk Google Glass,” ujar Peter Feinstein, managing partnerdari Sapphire Gentlemen’s Club, Las Vegas. Menurut Peter, seiring dengan merebaknya Google Glass, akan semakin banyak orang yang akan memanfaatkan perangkat tersebut ke tempat-tempat yang seharusnya dilarang mengambil foto. Sebut saja kasino hingga bioskop. 

Pro kontra Google Glass: Teknologi Terbaru bisa merebak ke isu lebih luas, mulai soal keamanan data, privasi, hingga kemungkinan disalahgunakan oleh berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab . Tapi, tentu saja, teknologi akan selalu menjadi pedang bermata dua, bergantung pada siapa yang memanfaatkannya. Itulah ulasan mengenai Google Glass dari Armando Iswahyudi. Semoga bermanfaat.